Jember, 9 Juni 2026 – Rayon PMII FKIP Universitas Jember menggelar forum diskusi bertajuk FKIP Berdialektika dengan tema “Reartikulasi Otonomi Kampus di Tengah Ekspansi SPPG: Perspektif Gerakan Intelektual Mahasiswa”pada Selasa (9/6/2026) di Rumah Pergerakan PMII. Kegiatan yang menghadirkan Sahabat Muhammad Rafi Sofyan Putra sebagai pemantik ini berlangsung hangat, dinamis, dan penuh dengan masukan positif dari para peserta.
Forum tersebut menjadi ruang dialektika bagi mahasiswa untuk membahas berbagai isu strategis terkait otonomi kampus, kebebasan akademik, serta posisi mahasiswa dalam merespons kebijakan pendidikan yang terus berkembang. Dalam pemaparannya, pemantik menegaskan bahwa kampus harus mampu menjaga independensi akademiknya meskipun tetap bermitra dengan negara dalam pembangunan pendidikan.
Diskusi juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa sebagai subjek yang aktif dalam mengawal kebijakan publik. Mahasiswa dinilai tidak cukup hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk mengkaji, mengkritisi, serta menawarkan gagasan alternatif yang konstruktif.
Suasana forum semakin hidup ketika peserta menyampaikan berbagai pandangan mengenai tantangan gerakan intelektual mahasiswa di era yang semakin pragmatis. Beragam masukan, tanggapan, dan pengalaman yang disampaikan menunjukkan tingginya kepedulian peserta terhadap masa depan pendidikan dan kehidupan akademik di kampus.
Peserta sepakat bahwa tradisi intelektual harus terus dirawat melalui budaya membaca, berdiskusi, meneliti, dan menyampaikan gagasan secara kritis serta bertanggung jawab. Forum ini juga menjadi pengingat bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan penjaga nilai-nilai demokrasi akademik.
Melalui kegiatan FKIP Berdialektika, Rayon PMII FKIP UNEJ berharap dapat terus menghadirkan ruang-ruang diskusi yang produktif guna memperkuat budaya intelektual mahasiswa serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan yang bermanfaat bagi kampus, masyarakat, dan bangsa.


0 Komentar