Setyo Pujo Hartono: 35 Kilometer Menembus Gunung, Menjaga Nyala Pengabdian di Dunia Pendidikan

 


Portalcerdas, Bondowoso - Perjalanan pengabdian seorang kepala sekolah tidak selalu berlangsung di balik meja dan ruang administrasi. Bagi Setyo Pujo Hartono, S.Si., M.P., pengabdian juga berarti menempuh perjalanan panjang, melewati medan pegunungan, dan hadir di tengah masyarakat untuk memastikan pendidikan tetap berjalan.

Setelah lebih dari empat tahun mengabdi di wilayah dengan medan yang tidak mudah, Setyo Pujo Hartono, S.Si., M.P. kini mendapatkan amanah baru sebagai Kepala Sekolah di SMPN 2 Maesan.

Sebelumnya, perjalanan pengabdian tersebut dimulai di SMPN 2 Satu Atap Tlogosari, terhitung sejak 30 Desember 2021 hingga 5 Maret 2023. Setiap menjalankan tugas, terdapat perjalanan sekitar 29 kilometer dengan medan pegunungan yang harus ditempuh.

Jarak tersebut bukan sekadar angka. Kondisi geografis dan akses menuju sekolah menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi dalam menjalankan tugas sebagai seorang pendidik sekaligus pemimpin satuan pendidikan.

Di tengah keterbatasan akses, keberadaan kepala sekolah menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan. Kehadiran di sekolah, koordinasi dengan guru, pembinaan peserta didik, hingga membangun hubungan dengan masyarakat menjadi bagian dari tanggung jawab yang harus dijalankan.

Dari Tlogosari Berlanjut ke Maesan. Pada 6 Maret 2023, amanah pengabdian berlanjut di SMPN 3 Satu Atap Maesan. Meski jarak tempuh menjadi lebih pendek, tantangan medan masih menjadi bagian dari keseharian. Sekitar 7 kilometer perjalanan dengan medan menanjak dan kawasan pegunungan harus ditempuh untuk menuju sekolah.

Selama lebih dari tiga tahun, hingga 13 Agustus 2026, SMPN 3 Satu Atap Maesan menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdian tersebut.

Perpindahan dari satu sekolah ke sekolah lainnya bukan hanya tentang perubahan tempat bertugas. Di setiap sekolah, terdapat proses membangun, mendampingi, dan meninggalkan jejak bagi perkembangan pendidikan.

Bagi seorang kepala sekolah, keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian administratif, tetapi juga dari seberapa jauh ia mampu hadir dan memberikan manfaat bagi guru, peserta didik, serta lingkungan sekolah.

Amanah Baru di SMPN 2 Maesan. Kini, perjalanan tersebut memasuki babak baru. Setyo Pujo Hartono, S.Si., M.P. mendapat amanah untuk memimpin SMPN 2 Maesan.

Mutasi ini menjadi momentum untuk membawa pengalaman yang telah diperoleh dari dua sekolah sebelumnya ke lingkungan pengabdian yang baru.

Pengalaman menghadapi keterbatasan akses, mengelola sekolah di wilayah pegunungan, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta mendampingi guru dan peserta didik menjadi modal penting untuk menjalankan amanah berikutnya.

Perjalanan dari Tlogosari hingga Maesan menunjukkan bahwa pengabdian di dunia pendidikan tidak selalu hadir dalam kondisi yang mudah. Ada jarak yang harus ditempuh, medan yang harus dilewati, dan tanggung jawab yang harus tetap dijalankan.

Bukan Sekadar Perjalanan. Jika dihitung berdasarkan jarak menuju dua sekolah sebelumnya, terdapat 29 kilometer perjalanan menuju SMPN 2 Satu Atap Tlogosari dan sekitar 7 kilometer menuju SMPN 3 Satu Atap Maesan. Namun, nilai dari perjalanan tersebut tentu tidak dapat diukur hanya dengan kilometer.

Di balik perjalanan itu terdapat waktu, tenaga, kesabaran, dan komitmen untuk tetap hadir bagi pendidikan. Kini, dengan amanah baru di SMPN 2 Maesan, perjalanan pengabdian itu belum berakhir. Justru, sebuah babak baru dimulai.

Dari jalan pegunungan yang pernah ditempuh, hingga ruang kelas yang menjadi tempat tumbuhnya generasi muda, semuanya menjadi bagian dari satu perjalanan panjang: mengabdi untuk pendidikan, hadir untuk sekolah, dan memberikan yang terbaik di setiap tempat yang dipercayakan.

Selamat menjalankan amanah di SMPN 2 Maesan. Semoga setiap langkah pengabdian menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam mencerdaskan generasi dan memajukan pendidikan.

Posting Komentar

0 Komentar